Buku Burung Pantai di Pantai Cemara_Rifky

Kekayaan flora dan fauna di Indonesia membutuhkan perhatian terhadap pelestariannya dari berbagai pihak. Tak terkecuali Pantai Cemara. Kawasan dengan luas 450 ha ini berada di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ia bersebelahan dengan Taman Nasional Berbak, salah satu kawasan yang penting di Provinsi Jambi. Kawasan ini merupakan habitat burung air dan persinggahan burung pantai migran sejak tahun 1984.

Dua puluh tujuh jenis burung pantai telah teridentifikasi – dari jumlah burung sekitar 26.000 ekor- di Pantai Cemara. Jenis-jenis burungnya, yaitu 4 jenis burung air, 27 jenis burung pantai, 30 jenis burung hutan, dan 11 jenis burung laut. Setiap tahunnya sekitar 1000 ekor burung pantai migran berhasil diidentifikasi danditandai dengan cincin dan bendera warna orange hitam oleh pengamat burung. Bendera oranye hitam merupakan identitas burung migran yang singgah di PulauSumatera. Bendera ini juga berfungsi dalam mengetahui jalur migrasi burung di dunia.

“Pantai Cemara, Jambi akan diusulkan menjadi kawasan ekosistem esensial, yaitu wilayah penting di luar kawasan konservasi. Pengelolaannya secara kolaboratif bersama Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi, Pemerintak lokal, Kepala Desa Cemara, Kecamatan,” ujar Tri Siswo Rahardjo Kepala Balai KSDA Jambi. Pantai Cemara sendiri telah ditetapkan menjadi kawasan pelestarian burung pantai dan persinggahan burung migran oleh Gubernur Jambi melalui SK Kepala Daerah Tk .I Jambi nomor: 425 tahun 1996 dan masuk ke dalam jalur migrasi Asia Timur – Australia (East Asian-Australasian Flyway).

Untuk mendukung usulan kawasan penting tersebut, maka disusun sebuah buku panduan lapangan khusus burung pantai yang berjudul “Burung Pantai: PanduanLapangan di Pantai Cemara, Jambi”. Peluncuran buku ini dilakukan di Royal Garden Resort, Jambi atas kerjasama Balai KSDA Jambi dan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program.

“Buku ini bertujuan untuk mengenalkan Pantai Cemara, Jambi sebagai salah satu lokasi burung pantai mencari makan dan beristirahat,” ujar Iwan Febrianto salah satu penulis. Ia menambahkan bahwa gambaran jenis burung yang terdapat di buku panduan akan membantu para pihak untuk melakukan pengawasansecara berkala, sehingga perlindungan Pantai Cemara semakin meningkat.

Beritanya bisa dilihat di: http://www.tribunnews.com/2013/07/06/pantai-cemara-jambi-menjadi-kawasan-ekosistem-esensialhttp://satuharapan.com/content/read/pantai-cemara-surga-bagi-burung-pantai-indonesia-dan-dunia/,http://www.mongabay.co.id/2013/07/07/pantai-cemara-jambi-destinasi-penting-migrasi-burung-pantai-dunia/