Pilih-pilih Metode Survei

Seringkali kita dihadapkan pada suatu kondisi untuk menerima tugas survei ke suatu tempat sesegera mungkin. Ketika tiba di lokasi yang muncul adalah kebingungan karena tak tahu apa yang harus diperbuat. Hal ini tidak saja terjadi pada mahasiswa. Para peneliti pun kerap belum dapat memilih metode survei yang tepat.  Berkaca dari pengalaman tersebut, semua suhu saya selalu menekankan pentingnya mengetahui pertanyaan yang harus kita jawab dari sebuah survei, yaitu: (1) Tentukan tujuan survei; (2) Pahami kondisi budget dan waktu yang dimiliki.

Pengamatan Komunitas

Pemilihan fokus pada multi species atau single species dapat dijadikan patokan pemilihan metodenya. Mengapa didasarkan pada multi atau spesies tunggal? Pengamatan yang dilakukan pada banyak burung membutuhkan konsentrasi yang berbeda dengan pengamatan hanya pada satu jenis saja. Tujuan mengamati suatu komunitas adalah ‘menangkap’ segala jenis yang ada di suatu lokasi sehingga tergambar kekayaan jenis, tingkat dominansi (kemerataan), serta komposisi jenis burung lokasi tersebut. Metode yang dipakai tentu saja harus dapat dengan efisien dan efektif mencatat sebanyak-banyaknya jenis burung dengan cepat dan tepat, serta melingkupi berbagai jenis habitat yang ada.
Metode untuk mengamati komunitas cukup banyak. Namun kedua metode di skema adalah contoh yang cukup mudah. Dengan menambah jumlah transek, jumlah titik pengamatan, serta jumlah ulangan (yang disesuaikan dengan waktu yang dimiliki), maka hasil pengamatan kita akan lebih dari sekadar daftar jenis. Stuktur komunitas burungnya juga dapat kita amati.  Hasilnya dapat dilihat dalam bentuk grafik atau gambaran seperti kurva akumulasi atau pertambahan jenis yang menggambarkan kekayaan jenis suatu daerah dan kurva rank-abundance. Atau dalam bentuk perhitungan indeks keragaman yang telah populer seperti index Shannon-Wiener atau index Simpson.

Selanjutnya yang penting untuk diingat bahwa studi komunitas adalah studi komparasi. Cobalah membagi areal survei Anda menjadi habitat atau lokasi yang berbeda dan bandingkan nilai-nilai indeks serta kurvanya. Dengan melakukan itu, data Anda akan lebih ‘berbicara’ karena akan terlihat mengapa suatu habitat memiliki keragaman burung lebih tinggi dari yang lain.

Contoh Kasus: Spesies Tunggal

Pada pengamatan spesies tunggal yang diutamakan adalah mendapat deteksi sebanyak-banyaknya. Ini berarti perlu pemahaman tingkah laku dan kebiasaan burung tersebut serta habitatnya.  Burung rangkong, misalnya, biasa terbang tinggi di antara tajuk bahkan di atas tajuk pepohonan, serta kadang-kadang hinggap pada pohon berbuah seperti beringin (Ficus spp.).  Pada burung jenis ini, metode transek garis dapat diterapkan. Jadi, deteksinya dapat dipertajam dengan mencermati pohon berbuah serta pohon-pohon besar yang mungkin menjadi sarangnya.  Mengenali suara kepakan sayapnya juga menjadi acuan deteksi yang membedakan tiap jenis rangkong. Sementara metode titik hitung akan lebih tepat diterapkan pada burung-burung yang sulit dilihat di alam serta lebih banyak didengar lewat suaranya.

Tujuan pengamatan spesies tunggal umumnya terkait pada keinginan mengetahui kepadatan dan distribusinya. Metode titik hitung (point count) atau transek garis (line transect) dengan menggunakan Distance Sampling (http://www.ruwpa.st-and.ac.uk/distance/) saat ini sangat umum dilakukan untuk memperoleh perhitungan kepadatan. Selama asumsi-asumsinya terpenuhi, kalkulasi dengan mudah dapay dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ‘DISTANCE’ yang dapat diunduh secara bebas. Hasil yang diperoleh pun dapat dipertanggung jawabkan. Berikut ini adalah diagram pemilihan metode berdasarkan tujuan suvei:
Graphic1

Jadi, silakan pilih mana yang tepat untuk survei Anda dan jangan lupa identifikasi dahulu tujuan surveinya. Selamat berpikir!

Penulis bernama Dr. Nurul Laksmi Winiarni, kini ia bekerja di Wildlife Conservation Society (WCS) sebagai Bukit Barisan Selatan-Tropical Ecology Assessment and Monitoring (BBS-TEAM ) Coordinator.
Kita memberikan kesempatan kepada teman-teman apabila ada hal yang ingin ditanyakan mengenai metode untuk penelitian, dipersilahkan kirim pertanyaan ke  info@burung-nusantara.org.

5 tanggapan untuk “Pilih-pilih Metode Survei

  • November 9, 2016 pada 2:54 pm
    Permalink

    Salam…
    saya Iki Mahasiswa biologi Konservasi. saya tertarik mengadakan Penelitian terkait Spesies burung terancam Punah Di Nusa Tenggara. namun kendala saya adalah pada penentuan metode… dapatkan Bapa/Ibu dapat berbagi mengenai hal tersebut. Terimakasih mohon pencerahannya

    Balas
    • Desember 16, 2016 pada 12:22 pm
      Permalink

      Hi Iki,

      Terimakasih telah bertanya kepada Burung Nusantara. Sebenernya metode penelitian tergantung kepada tujuan apa yang akan Anda teliti. Namun sebagai masukan, kami sarankan Anda untuk membaca buku dengan judul “Teknik-Teknik Ekspedisi Lapangan Survey Burung” yang dikeluarkan oleh Birdlife International Indonesia Programme (Burung Indonesia), Anda bisa mencari di situs http://www.burung.org pada bagian publikasi dan Anda bisa membelinya.

      Semoga bermanfaat. Terimakasih

      Balas
  • Januari 13, 2017 pada 7:30 am
    Permalink

    Halo Saya Dian, mahasiswa Biologi yang akan melakukan penelitian burung rangkong di Sui Utik, Kalbar. saya belum pernah ke Utik sebelumnya, jika Tim Burung Nusantara sudah pernah kesana mungkin bisa share ke saya metode apa yang cocok digunakan di sana? dan tally sheet seperti apa yang cocok digunakan.

    Salam Semangat
    Dian

    Balas
  • Desember 5, 2017 pada 6:07 am
    Permalink

    halo saya rizky mahasiswa Biologi Konservasi,, sebelum nya penelitian tentang burung sangat membuat saya tertarik, dan mengenai metode pengamatan nya apakah dari saudara/i bisa memberikan saya metode yg pas untuk rencana penelitian saya ? tentang keterkaitan antara bentuk arsitektur pohon yang akan digunakan sebagai tempat bersarang bagi burung dari famili Pycnonotidae. mohon bantuan nya terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *